Rabu, 04 Maret 2015

Blue Blood

Judul: Blue Blood
Penulis: Melissa De La Cruz
Penerjemah: Chistine L.
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: cetakan pertama,2011
Halaman: 358 halaman
Resensi oleh Apriani K 
  

Mimi Force, seorang gadis enam belas tahun yang sangat populer. Ketenarannya tidak hanya di sekolah. Bagi para wartawan New York, wajahnya yang cantik dan menarik tidak lagi asing. Ayah dan ibunya,  Charles Force dan Trinity Burden,  dua tokoh penting dalam dunia media dan masyarakat kelas atas di New York, membuat hal itu menjadi mungkin. Kepopuleran itu juga membuat hampir semua siswa perempuan di Duchesne ingin menjadi dayang-dayangnya. Seakan tak pernah ada masalah dengan sikapnya yang angkuh.

Bliss sendiri adalah murid pindahan. Seperti halnya Mimi, ayah Bliss juga memiliki pengaruh penting. Keadaan ini pula yang membuat ia mengenal Mimi  dan menjadi bagian dari kehidupannya yang glamor. Sayangnya itu tidak membuatnya betah.  Bahkan setelah berbulan-bulan sejak kepindahannya ke Duchesne, ia masih tetap saja tidak menyukai kehidupannya yang baru.
Berbeda dengan Mimi dan Bliss, Schuyler terlahir dari keluarga yang lebih sederhana. Walaupun memiliki sejarah keluarga yang panjang dan penting di masa lalu, ternyata itu tak cukup. Ia tetap saja menjadi kalangan yang tersisih di Duchesne. Tapi itu tak membuatnya kecil hati. Schuyler tidak kesulitan menjalani kehidupannya. Lagipula ia masih memiliki Oliver, sahabatnya sejak kecil. Dan itu sudah lebih dari cukup.
Walau terlahir dari latar belakang yang berbeda, Darah Biru menjadi benang merah yang menghubungkan ketiganya. Darah Biru adalah istilah yang digunakan para vampir untuk menyebut diri mereka. Mereka yang berabad-abad menyaru diantara elite New York dan Mahattan. Sebuah pertemuan Komite mengungkapkan semua hal tersebut. Dari pertemuan untuk kalangan terbatas itu semua terungkap.
 Tidak seperti Schuyler dan Bliss yang baru mengetahui fakta tersebut, Mimi telah mengetahuinya setahun lalu. Namun ia tak pernah menyangka ketika mengetahui bahwa Schuyler, anak perempuan yang selama ini dipandangnya sebelah mata adalah bagian dari kalangan elite yang selama berabad-abad menetap di New York. Bagi Bliss, apa yang terungkap di pertemuan Komite adalah jawaban dari semua pertanyaan yang membuatnya bingung selama beberapa minggu belakangan. Walau terkejut, ia tak dapat menutupi kelegaan yang luar biasa.
Tak berbeda jauh dengan Bliss, Schuyler nyaris tidak dapat mempercayai apa yang didengarnya. Namun dari penjelasan Mrs. Duppont sang pemimpin Komite, ia akhirnya mengerti akan kejanggalan yang ia rasakan.Munculnya Beauty, anjing penjaganya, secara tiba-tiba bukanlah suatu kebetulan. Kemampuannya melihat dalam gelap atau bagaimana badannya tetap kurus kini tak lagi membuatnya heran.
Schuyler sendiri sebenarnya bukan darah biru murni. Dia adalah hasil dari Caerimonia Osculor,  pertalian antara seorang vampire dengan rekan manusia. Ibunya Allegra Van Allen melanggar kodratnya dengan menikahi manusia dan bukan saudara vampirenya. Hal itu dipaparkan oleh Charles Force ayah dari Mimi dan Jack. Hal tersebut membuat kaget Jack yang memiliki ingatan tentang Schuyler di masa lampau ternyata ibunya.
Lebih banyak rahasia terungkap sejak pertemuan Komite berakhir. Tidak hanya dari Neneknya, Oliver pun ternyata menyimpan rahasia penting. Yang mengejutkan adalah ketika mengetahui rahasia di balik kematian seorang anak perempuan di sekolahnya.  Insiden yang beberapa minggu lalu membuat gempar  itu bukan hal yang pertama kali menimpa kalangan Darah Biru. Peristiwa itu membuka rahasia mengerikan yang tadinya tertutup rapat sejak tahun 1620.
Kemungkinan terjadi hal yang sama dan lebih parah sangat besar. Keberadaan mereka terancam.  Walau oleh anggota dewan tertinggi dari kalangan membantah keberadaan berita ini, namun mereka tak dapat menutupi,  bahwa di luar sana ada sekelompok besar yang menamai diri mereka Darah Perak yang siap membunuh mereka kapan saja.
Dengan sahabatnya Oliver, Schuyler mencari darah perak. Tujuan mereka adalah perpustakaan rahasia. Disana mereka menemukan jurnal perjalanan tentang hilangnya seluruh penumpang kapal Mayflower yang hanya meninggalkan petunjuk  goresan ‘croatan’ di sebuah tongkat pada tahun 1620 silam.
 Sepulangnya dari undangan pemotretan Schuyler berjalan di jalanan yang sepi, lalu ia diserang sekelebat bayangan sangat menakutkan. Beruntung anjing penjaganya datang dan tak lama Jack pun datang. Mereka mengikuti bayangan tersebut lalu menangkap sosok bayangan Charles Force. Mereka berdua lalu menuduhnya sebagai darah perak namun itu salah. Charles mengatakan curiga bahwa Dylan kekasih Bliss sebagai darah perak yang menyerang schuyler. Hal itu didasari karena tingkah laku Dylan yang aneh akhir akhir ini dan diperkuat hilang keberadaannya. Schuyler malu akan tuduhannya pada Charles.
Saat kembali ke mantion, Schuyler mendapati neneknya Chordelia telah bersimbah darah dan dalam keadaan sekarat di lantai. Neneknya mengatakan bahwa darah perak mulai aktif kembali. Untungnya Chordelia masih  bisa beregenerasi ke jasad lain. Pesan terakhir dari Chordelia adalah untuk mencari kakeknya dengan petunjuk yang telah diberi.

Setelah beberapa bulan pemakaman chordelia, tidak ada aktifitas darah perak yang terlihat sampai akhirnya Schuyler membaca di headline sebuah surat kabar ‘SEORANG MURID SMA DITEMUKAN MENINGGAL DI SEBUAH PESTA’. 


hay! jangan lupa comment ya habis baca! negri ini butuh kritik selayaknya posting ini ! salam! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar