Judul:
Blue Blood
Penulis:
Melissa De La Cruz
Penerjemah:
Chistine L.
Penerbit:
Gagas Media
Cetakan:
cetakan pertama,2011
Halaman:
358 halaman
Resensi oleh Apriani K
Mimi Force,
seorang gadis enam belas tahun yang sangat populer. Ketenarannya tidak hanya di
sekolah. Bagi para wartawan New York, wajahnya yang cantik dan menarik tidak
lagi asing. Ayah dan ibunya, Charles Force dan Trinity Burden, dua
tokoh penting dalam dunia media dan masyarakat kelas atas di New York, membuat
hal itu menjadi mungkin. Kepopuleran itu juga membuat hampir semua siswa
perempuan di Duchesne ingin menjadi dayang-dayangnya. Seakan tak pernah ada
masalah dengan sikapnya yang angkuh.
Bliss
sendiri adalah murid pindahan. Seperti halnya Mimi, ayah Bliss juga memiliki
pengaruh penting. Keadaan ini pula yang membuat ia mengenal Mimi dan
menjadi bagian dari kehidupannya yang glamor. Sayangnya itu tidak membuatnya
betah. Bahkan setelah berbulan-bulan sejak kepindahannya ke Duchesne, ia
masih tetap saja tidak menyukai kehidupannya yang baru.
Berbeda
dengan Mimi dan Bliss, Schuyler terlahir dari keluarga yang lebih sederhana.
Walaupun memiliki sejarah keluarga yang panjang dan penting di masa lalu,
ternyata itu tak cukup. Ia tetap saja menjadi kalangan yang tersisih di
Duchesne. Tapi itu tak membuatnya kecil hati. Schuyler tidak kesulitan
menjalani kehidupannya. Lagipula ia masih memiliki Oliver, sahabatnya sejak
kecil. Dan itu sudah lebih dari cukup.
Walau
terlahir dari latar belakang yang berbeda, Darah Biru menjadi benang merah yang
menghubungkan ketiganya. Darah Biru adalah istilah yang digunakan para vampir
untuk menyebut diri mereka. Mereka yang berabad-abad
menyaru diantara elite New York dan Mahattan. Sebuah
pertemuan Komite mengungkapkan semua hal tersebut. Dari pertemuan untuk kalangan
terbatas itu semua terungkap.
Tidak seperti Schuyler dan Bliss yang baru
mengetahui fakta tersebut, Mimi telah mengetahuinya setahun lalu. Namun ia tak
pernah menyangka ketika mengetahui bahwa Schuyler, anak perempuan yang selama
ini dipandangnya sebelah mata adalah bagian dari kalangan elite yang selama
berabad-abad menetap di New York. Bagi Bliss, apa yang terungkap di pertemuan
Komite adalah jawaban dari semua pertanyaan yang membuatnya bingung selama
beberapa minggu belakangan. Walau terkejut, ia tak dapat menutupi kelegaan yang
luar biasa.
Tak berbeda
jauh dengan Bliss, Schuyler nyaris tidak dapat mempercayai apa yang
didengarnya. Namun dari penjelasan Mrs. Duppont sang pemimpin Komite, ia
akhirnya mengerti akan kejanggalan yang ia rasakan.Munculnya Beauty, anjing penjaganya, secara tiba-tiba bukanlah suatu kebetulan.
Kemampuannya melihat dalam gelap atau bagaimana badannya tetap kurus kini tak
lagi membuatnya heran.
Schuyler
sendiri sebenarnya bukan darah biru murni. Dia adalah hasil dari Caerimonia
Osculor, pertalian antara seorang
vampire dengan rekan manusia. Ibunya Allegra Van Allen melanggar kodratnya
dengan menikahi manusia dan bukan saudara vampirenya. Hal itu dipaparkan oleh
Charles Force ayah dari Mimi dan Jack. Hal tersebut membuat kaget Jack yang
memiliki ingatan tentang Schuyler di masa lampau ternyata ibunya.
Lebih banyak
rahasia terungkap sejak pertemuan Komite berakhir. Tidak hanya dari Neneknya,
Oliver pun ternyata
menyimpan rahasia penting. Yang mengejutkan adalah ketika mengetahui rahasia di balik kematian seorang anak perempuan di
sekolahnya. Insiden yang beberapa minggu lalu membuat gempar itu
bukan hal yang pertama kali menimpa kalangan Darah Biru. Peristiwa itu membuka rahasia mengerikan yang tadinya tertutup rapat sejak
tahun 1620.
Kemungkinan
terjadi hal yang sama dan lebih parah sangat besar. Keberadaan mereka terancam.
Walau oleh anggota dewan tertinggi dari kalangan membantah keberadaan
berita ini, namun mereka tak dapat menutupi, bahwa di luar sana ada sekelompok besar yang menamai diri mereka Darah
Perak yang siap membunuh mereka kapan saja.
Dengan
sahabatnya Oliver, Schuyler mencari darah perak. Tujuan mereka adalah
perpustakaan rahasia. Disana mereka menemukan jurnal perjalanan tentang
hilangnya seluruh penumpang kapal Mayflower yang hanya meninggalkan
petunjuk goresan ‘croatan’ di sebuah
tongkat pada tahun 1620 silam.
Sepulangnya dari undangan pemotretan Schuyler
berjalan di jalanan yang sepi, lalu ia diserang sekelebat bayangan sangat
menakutkan. Beruntung anjing penjaganya datang dan tak lama Jack pun datang.
Mereka mengikuti bayangan tersebut lalu menangkap sosok bayangan Charles Force.
Mereka berdua lalu menuduhnya sebagai darah perak namun itu salah. Charles
mengatakan curiga bahwa Dylan kekasih Bliss sebagai darah perak yang menyerang
schuyler. Hal itu didasari karena tingkah laku Dylan yang aneh akhir akhir ini
dan diperkuat hilang keberadaannya. Schuyler malu akan tuduhannya pada Charles.
Saat kembali
ke mantion, Schuyler mendapati neneknya Chordelia telah bersimbah darah dan
dalam keadaan sekarat di lantai. Neneknya mengatakan bahwa darah perak mulai
aktif kembali. Untungnya Chordelia masih
bisa beregenerasi ke jasad lain. Pesan terakhir dari Chordelia adalah
untuk mencari kakeknya dengan petunjuk yang telah diberi.
Setelah
beberapa bulan pemakaman chordelia, tidak ada aktifitas darah perak yang
terlihat sampai akhirnya Schuyler membaca di headline sebuah surat kabar
‘SEORANG MURID SMA DITEMUKAN MENINGGAL DI SEBUAH PESTA’.
hay! jangan lupa comment ya habis baca! negri ini butuh kritik selayaknya posting ini ! salam! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar